PEMANDIAN ALAM AIR PANAS SIDEBUK-DEBUK.

 UNTUK MEREDAKAN LELAH, YUKK REFRESHING KE PEMANDIAN AIR PANAS SIDEBUK-DEBUK.

Perjalanan wisata Anda di kawasan Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara tidak lengkap jika belum berkunjung ke tempat yang satu ini, pemandian air panas Sidebuk-debuk.

Sidebuk-debuk atau Lau Debuk-debuk adalah tempat wisata pemandian air panas alam yang mengandung belerang yang berada di bawah kaki Gunung Sibayak. Mata airnya bersumber dari retakan aliran lava di sebelah selatan Gunung Sibayak, yang kemudian dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk membuat pemandian kolam air panas. Saking panasnya sampai dijadikan pembangkit listrik sumber energi geothermal (panas bumi) oleh PT. Pertamina Geothermal Energy.


sidebuk-debuk

Pemandian air panas Sidebuk-debuk terletak di kawasan Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dulunya kawasan Sidebuk-debuk merupakan cagar alam yang kemudian diubah menjadi taman wisata pada tahun 1980. Kini terdapat puluhan tempat pemandian air panas yang buka setiap hari selama 24 jam yang dikelola oleh warga setempat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Pemandian ini tidak pernah sepi pengunjung, apalagi jika musim liburan telah tiba niscaya pasti kesulitan mencari tempat parkir kendaraan dan kolam-kolam pemandian penuh wisatawan yang berendam.

Untuk menuju ke lokasi bisa menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Jika berangkat dari Kota Medan, ambil rute menuju Sibolangit – Berastagi, patokannya adalah pos polisi Simpang Sidebuk-debuk atau Simpang Desa Doulu. Di sebelah kanan jalan akan terlihat plang bertuliskan Hotspring Sidebuk-debuk. Namun perjalanan masih belum berakhir, karena harus melanjutkan perjalanan sekitar 1 kilometer lagi.

Apabila menggunakan transportasi umum, bus Murni, Sinabung Jaya, atau Sutra bisa menjadi pilihan. Bus-bus ini bisa dijumpai di Simpang Pos Medan. Selain itu uga bisa menumpang bus Almasar di Jalan Jamin Ginting Medan, atau angkutan umum apa saja yang memiliki rute ke Berastagi. Tarifnya berkisar Rp15.000 – 50.000 per orang.

Turun di simpang polisi Doulu, kemudian melanjutkan perjalanan sejauh 1 kilometer dengan berjalan kaki, karena tidak ada transportasi umum yang melewati jalan ini. Jika sudah melewati proyek Geothermal Pertamina dan sudah mulai tercium aroma belerang tandanya telah berakhir. Pengunjung akan diminta membayar retribusi resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo sebesar Rp10 ribu.

Dari banyaknya tempat pemandian air panas yang tersedia, ada satu tempat yang sangat terkenal dengan pemandangan yang memanjakan mata yaitu pemandian air panas Pariban. Lokasinya sangat mudah ditemukan yakni terletak di paling ujung sebelah kiri jalan.

Konon kata “Pariban” dipilih karena kata tersebut sangat akrab di telinga masyarakat Sumatera Utara. Pariban adalah sebutan bagi putri paman dalam Bahasa Batak. Alasan lainnya adalah sang pemilik pemandian menikahi impalnya sendiri. Impal memiliki arti yang sama dengan Pariban.

Pemandian ini mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2010 silam. Selain membayar retribusi resmi, ketika memasuki pemandian Pariban akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp15.000/orang.

Komentar